• 30

    Jul

    Ollie, Icon-nya Wanita Digital Indonesia

    Perkembangan teknologi digital membawa pengaruh besar terhadap perubahan sosial pada setiap individu yang memanfaatkannya. Kaum wanita, yang diibaratkannya sebagai tiang negara juga tidak ketinggalan dari perubahan ini. Internet yang di dalamnya terdapat berbagai media sosial membuat wanita yang dulunya masih malu-malu untuk unjuk gigi menjadi berani untuk beraksi. Mengeluarkan pendapat lewat tulisannya di blog, curhat melalui status di facebook atau twitter, bekerja tanpa harus ke kantor atau melakukan transaksi jual beli tanpa harus bertatap muka secara langsung. Berbagai hubungan pun terbentuk akibat interaksi online ini. Entah itu sebuahh hubungan pertemanan, percintaan, bahkan sebuah komunitas dapat lahir dari internet. Berbicara tentang perubahan wanita di era digital atauWomen In D
  • 7

    Jun

    Mulai Bisa Beradaptasi (11th Day)

    Cihuyyy, udah sebelas hari wak aku tugas di Bireuen. Ngga terasa banget ya. Minggu ini aku udah mulai dinas seperti dokter-dokter yang lain. Malam kemarin aku dapat jatah jaga malam. Jamaluddin. Jaga malam udara dingin. Tumben-tumbenan Bireuen dingin, biasanya juga panas. Eh ngga taunya AC di kamar dokternya yang kencang. Waktu keluar kamar, husssshhhhh, keringat pun bercucuran. Karena udah orientasi kurang lebih seminggu, aku mulai paham kondisi di UGD ini. Aku pun sudah dekat dengan para perawat yang menjadi mitraku. Yang lebih asyik lagi, teman jagaku itu Bang Ibal, seniorku waktu kuliah dulu. Bukan si Bumi. Eitss, katanya ngga sebal lagi sama pak dokter yang rupanya udah punya tiga anak itu, tapi ini kok??? Heheheh. Iya-iya, ngga sebal lagi. Tapi tetap aja berdoa-doa kalau jaga jangan
  • 3

    Jun

    Hore! Udah Semangat Lagi

    Aku merasa kalau diriku ini rada-rada aneh. Dalam sekejap aku bisa begitu semangat dan setelah itu bisa begitu uring-uringan. Tapi agak jarang sih aku uring-uringan, seringnya bersemangat. Malah teman-temanku pada heran, kok bisa aku bisa tetap tersenyum walau sedang sedih. Tetap berapi-api walau sedang menderita. Ceilee… Meski masih tersisa sedikit rasa sebal pada dokter yang namanya sebut saja Bumi itu, tapi aku mulai berpikir logis. Setelah memotong rumput di halaman depan rumah nenek temanku yang kutumpangi, mencabut rumput, nyapu, nyetrika, masak, akupun kembali bergairah. Terlebih lagi habis telpon-telponan sama mama, jadi ceria lagi. Lagian untuk apa aku uring-uringan sama orang yang ngga jelas itu. Toh ngga akan berefek apa-apa padanya . Aku harus membuktikan kalau aku juga
  • 2

    Jun

    Lagi Ngga Semangat

    Hufh! Kok aku jadi ngga semangat gini ya. Baru satu minggu di Bireuen, udah uring-uringan ngga jelas. Biasanya kalau ngga semangat bikin malas ngapa-ngapain. Tapi ini belum datang malasnya, masih rajin. Tadi buktinya aku udah nyuci baju, beresin rumah, cabut rumput di halaman depan, belanja sayur dan ikan ke pasar, lalu memasak. Hari ini aku ngga masuk RS. Soalnya ini kan masih minggu orientasi, jadi ngga jelas apa Sabtu dan Minggu juga masuk atau ngga. Akhirnya aku dan keempat temanku memutuskan untuk ngga masuk. Senin baru dapat shift jaga. Sebenarnya aku lagi sebel nih. Sebel banget. Sepertinya energi negatif sedang merasuki tubuhku. Jadinya ngga semangat begini. Awalnya aku senang-senang aja tugas di Bireuen. Ngga peduli kalau apa yang dikerjakan ngga mendapat imbalan berupa gaji. Ikh
-

Author

Follow Me