Tak Akan Lari Rezeki Dikejar

23 Jun 2015

Tak akan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah ia. Haish, ngapain pula ngejar-ngejar gunung? Hehehe… Tenang saudara-saudara. Ini bukan mengejar gunung benaran, tetapi mengejar gunung ala pepatah. Pasti pepatah ini sudah tidak asing lagi kan di telinga? Apalagi yang nilai Bahasa Indonesianya selalu 9, kayak saya… (Ini jujur bukan sombong:p). Pepatah itu kirang lebih artinya kita tidak perlu terburu-buru hingga mengeluarkan segala cara yang bahkan tidak dibenarkan dalam hukum dan agama untuk mengejar sesuatu yang sudah pasti milik kita. Begitu juga dengan rezeki yang telah dikaruniakan oleh Yang Maha Kuasa, jika itu memang sudah ditakdirkan untuk kita, insyaallah rezeki itu tidak akan lari kemana-mana.

 

Omong-omong tentang rezeki yang tidak lari dan tidak pernah tertukar, sering banget hal ini terjadi dalam hidup saya. Dan hari ini, saya kembali mendapatkan rezeki tersebut. Ya, rezeki yang saya pikir sudah menjadi milik orang lain ternyata masih menjadi jatah saya. Ceritanya begini, akhir Agustus tahun lalu, saya mengikuti sebuah lomba blog yang diadakan oleh sebuah organisasi di daerah saya. Konon di pengumuman ditulis bahwa pemenang lomba ini akan diumumkan awal November 2014.

 

Dengan sabar saya menunggu pengumuman itu muncul di situs organisasi tersebut. Bulan berganti bulan hingga akhirnya tiba juga waktu yang dinanti. Sedihnya! tidak ada tulisan apa-apa di situs tersebut. “Mungkin karena banyak yang ikut sehingga pengumumannya diundur,” hiburku pada diri sendiri, “atau jangan-jangan pemenangnya langsung dihubungi oleh panitia? Kalau iya, berarti saya enggak menang.”

 

Jujur, saya berharap bisa menang karena waktu itu saya akan melahirkan. Jadi, kalau menang, uangnya bisa untuk menambah tabungan saya dan suami untuk persiapan bersalin. Namun, setelah saya melahirkan, pemenang lomba itu tak kunjung diumumkan. Penasaran siapa pemenangnya, saya pun nanya ke peserta yang lain.Kepo juga, walaupun sudah pasrah. Ternyata dia juga tidak tahu siapa yang menang.Pinginnya sih nanya langsung ke panitia, tapi ah tunggu aja dulu.

 

Tanpa terasa tahun pun berganti. Sudah lima bulan situs organisasi itu belum juga diupdate. Saya pun berinisiatif mengirimkan pesan di facebook mereka. Tidak ada balasan. Tapi memang facebook mereka sudah lama tidak diupdate. Positive thinking saja, hehehe. Sampai akhirnya saya pun lupa akan lomba tersebut. Saya sudah ikhlas, siapapun yang menang pasti itu yang terbaik.

 

Nah, di bulan puasa yang penuh berkah ini, tiba-tiba ada tiga panggilan masuk dari nomer telepon rumah. Karena sedang di jalan, telepon tersebut tidak terdengar. Penasaran, saya hubungi kembali nomer tersebut. Ternyata yang menelpin adalah panitia lomba dan mereka mengabarkan bahwa saya menjadi pemenang utama lomba yang sudsh lama berlalu itu. Alhamdulillah… Kebetulan saya ingin memberikan THR untuk emak di kampung. Dan panitia lomba itu mengabari di saat yang tepat. Memanglah, kalau sudah rezeki tidak akan lari kemana dan akan datang pada waktu yang tepat.

”ngaBLOGburit

 


TAGS


-

Author

Follow Me