Mari Menjaga Hawa Nafsu Selama Ramadhan

15 Jul 2013

Ada anak bertanya pada bapaknya/ buat apa berlapar-lapar puasa

Ada anak bertanya pada bapaknya/ tadarus tarawih apalah gunanya

Lapar mengajarmu rendah hati selalu/ tadarus artinya memahami kitab suci

Tarawih mendekatkan diri pada Ilahi

Kita semua pasti sudah familiar dengan lagu Bimbo yang berjudul Ada Anak Bertanya pada Bapaknya ini. Lagu ini menjelaskan tentang manfaat puasa dan tadarus di bulan Ramadhan. Di dalam lirik laru itu tersirat bahwa bulan Ramadhan merupakan momen yang paling tepat bagi kita untuk bisa memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Salah satu caranya adalah dengan menahan hawa nafsu dari emosi, keinginan yang kadang di luar kuasa kita, dan keinginan lain yang tak seharusnya.

Berpuasa pada hakikatnya adalah menahan seluruh panca indra kita, mulai dari penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecap, hingga peraba, dari segala hal yang dilarang dan diharamkan Allah. Tidak dipungkiri, kita sebagai manusia tidak pernah luput dari namanya hawa nafsu. Karena nafsu adalah tempat abadi segala keinginan, impian, dan cita-cita. Jadi, sah-sah saja jika kita tidak bisa membendung nafsu asalkan semua itu masih berada pada batan yang diizinkan oleh Sang Pencipta. Tetapi, semua itu akan berubah menjadi obsesi dan ambisi yang dapat mebahayakan jiwa jika kita telah diperbudak oleh hawa nafsu tersebut. Lapar dan dahaga yang kita tahan seharian akan sia-sia jika nafsu-nafsu yang dapat membatalkan puasa tidak kita tahan.

Banyak hal yang dapat kita lakukan agar saat berbuasa, kita dapat menahan hawa nafsu kita secara baik. Di antaranya adalah;

Qiyamul lail atau memperbanyak bangun malam. Dari pada bergadang tidak jelas, lebih baik kita semakin mendekatkan diri pada Ilahi dengan melaksanakan shalat tarawih, tahajud, dan witir.

Tadarus Alquran dan mentadabburi isinya. Dengan cara ini kita tidak hanya membaca dan memahami makna ayat-ayat dalam Al Quran saja, tetapi juga mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Perbanyak sedekah dan melakukan amal kebaikan. Dengan bersedekah, hati kita akan menjadi damai dan menambah pahala. Bersedekah tidak melulu dalam bentuk materi, melakukan amal kebaikan seperti membantu orang lain dengan tenaga kita juga bagian dari sedekah. Tapi ingat, kita harus melakukannya tanpa pamrih.

Memberi makanan berbuka untuk orang yang sedang berpuasa. Ada hadits yang mengatakan bahwa barang siapa yang memberi makanan untuk berbuka orang-orang puasa, maka ia mendapat pahala yang sama dengan orang yang berpuasa tersebut. Ketika kita memberikannya saat berpuasa, maka pahala kita berlipat ganda.

Itikaf di akhir Ramadhan. Itikaf ini sangat berguna untuk kita mendekatkan diri kepada Allah, menunggu saat-saat yang baik untuk turunnya Lailatul Qadar yang nilainya sama dengan ibadah seribu bulan. Selain itu, itikaf di masjid dapat memerangi hawa nafsu, karena masjid adalah tempat beribdah dan membersihkan jiwa.

Terus kalau ada sesuatu yang dapat memancing amarah kita, maka kita dapat menahannya dengan cara;

  • Arahkan ke perilaku konstruktif. Sebagian orang memilih untuk memfokuskan diri pada hal-hal positif daripada memikirkan hal-hal yang memicu amarah.
  • Teknik olah nafas, misalnya meditasi
  • Berlatih olah tubuh seperti yoga
  • Membayangkan pengalaman yang membuat kita santai, misalnya jalan-jalan di sepanjang pantai
  • Mengulangi kalimat “Tenang, tenang” juga bisa membantu
  • Komunikasi yang lebih baik
  • Selipkan humor dalam obrolan
  • Rehat sejenak
  • Mengucapkan istighfar

Semoga dengan cara-cara di atas, kita semua dapat menahan hawa nafsu kita dari segala hal yang dapat membatalkan puasa.

Referensi:

1.http://muzakki.com/membina-keluarga/membina-keluarga/869-menjaga-hawa-nafsu-dalam-keluarga-selama-ramadhan.html

2.http://yunadha1881.wordpress.com/2012/08/10/mengendalikan-hawa-nafsu/


TAGS tips menahan hawa nafsu ramahdan ngaBLOGburit


-

Author

Follow Me