Adakah Batik Aceh?

Sebenarnya sejak kecil saya sudah berhubungan dengan batik. Meski tidak tau apakah itu batik canting, cap, atau hanya sablon. Yang jelas, saya punya sarung batik, kain batik, dan baju batik. Kainnya dingin dan nyaman dipakai mesti hari sedang panas.
Tak pernah sekalipun terlintas dibenak saya kalau batik itu adalah pakaian tradisional khas Indonesia. Yang saya tahu batik itu sejenis kain yang kemudian diolah menjadi pakaian, itu saja. Tapi, ketika Malaysia mengeluarkan klaim tentang kain yang diukir dengan canting ini, mata saya baru terbuka. Rasa ingin tahu tentang batik semakin menjadi.
Mulailah saya searching di internet tentang sejarah batik dan kenapa namanya harus batik.
Batik adalah seni gambar diatas kain untuk pakaian yang dibuat dengan tehnik resist menggunakan material lilin. Kata batik berasal dari bahasa Jawa yang berarti menulis. Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Batick, batic, bathik, battik, batique dan batek serta batix adalah sebutan lain kain batik. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia dan Pekalongan merupakan ikon perkembangan batik nasional sehingga mendapat julukan sebagai KOTA BATIK.
Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.
Saya tiba-tiba tertarik dengan motif-motif batik. Dengan bantuan google, saya kembali menjelajah. Dan tahukah Anda? Saya menemukan artikel tentang batik Aceh. Sejenak saya berpikir, Aceh punya batik? Bukannya itu berasal dari Jawa? Ya, walaupun budaya memakai batik telah ada sejak tempo dulu di Serambi Mekah ini, tapi sejak kapan orang Aceh membuat batik? Penjelajahan di dunia maya ternyata membawa saya ke Rumah Batik Aceh. Ya, saya mendapatkan alamatnya di situs pemda Aceh.
Keesokan harinya, saya pun meluncur ke Rumah Batik Aceh (RBA) yang terletak di Meunasah Mayang, Aceh Besar. Saya benar-benar terkesima dengan kain katun yang sedang diukir dengan canting oleh pengrajin yang berasal dari seluruh Aceh itu. Indah dan glamor. Saya pun berkesimpulan “Ternyata tidak hanya Pulau Jawa yang identik dengan pakaian tradisional ini, tetapi Aceh juga mempunyai potensi yang tidak kalah dalam menghasilkan busana batik.”gumamku.
Motif yang digunakanpun beragam dan mengandung makna falsafah hidup masyarakat Aceh. Motif pintu misalnya, menunjukkan ukuran tinggi pintu yang rendah yang melambangkan kepribadian orang Aceh. Rumah adat Aceh memang berpintu rendah, namun di dalamnya memiliki ruangan yang lapang hal ini. Ciri khas itu menandakan bahwa rakyat Aceh memiliki tabiat dan adat-istiadat yang tidak mudah terbuka dengan orang asing, tetapi akan menjadi sangat baik bahkan bagaikan saudara kandung bila sudah saling mengenal. Motif tolak angin menjadi perlambang banyaknya ventilasi udara di setiap rumah adat. Motif itu mengandung arti bahwa masyarakat Aceh cenderung mudah menerima perbedaan. Sedangkan motif bunga jeumpa-bunga kantil-diambil karena banyak terdapat di Aceh dan bentuknya sangat indah. Kuatnya pengaruh Islam juga turut mewarnai motif-motif batik. Di antaranya ragam hias berbentuk sulur, melingkar, dan garis.
“Selain itu ada juga motif Rencong yang merupakan senjata khas Aceh. Awan berarak dari Kutacane, Motif Gayo berupa garis-garis dengan titik di tengahnya,” ungkap Khadijah, salah satu pengrajin batik.
Setelah berwara wiri di RBA selama satu jam lebih, saya pun beranjak pulang karena ingin segera menuliskan tentang pesona batik Aceh dan mensharenya ke teman-teman. Tanggapan mereka bermacam. Ada yang yang pro dan ada juga yang kontra dengan tulisan saya.
“Batik itu budaya Jawa, bukan budaya Aceh!” kecamnya
Ada juga yang juga yang berkomentar
“batik oh batik…yang jelas batik merupakan warisan budaya tak benda dari indonesia yang sudah terdaftar di unesco. yang saya dengar terakhir bagaimana batik kini masuk daftar UNESCO adalah teknik membuat batik dengan canting dan lilin, sebuah cara khas Indonesia, yang kuno, dan–yang terpenting–bisa punah.
jadi kalo ada yang bicara batik itu dari jawa dan daearh lain itu meniru sah2 saja, motif setiap daerah kan lain2. kalaupun malaysia mengklaim batik punya dia itu terserah, yang terpenting batik bagi saya: penetapan BATIK sebagai bagian World Cultural Heritage oleh UNESCO yang berasal dari indonesia.”
Apapun komentar mereka, saya pribadi sangat bangga dengan batik Aceh ini. Terlepas dari mana asal usul batik, dengan adanya batik Aceh, maka khazanah perbatikan di Indonesia akan semakin kaya. Beragamnya motif batik yang ada di negeri ini menunjukkan betapa banyaknya kebudayaan Indonesia. Ngga salah deh kalo UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009. Satu lagi, batik tidak hanya menunjukkan identitas masyarakat Jawa, tetapi Indonesia, dan Aceh di dalamnya.
Hasil penjelajahanku :
http://www.acehkita.com/wp-content/uploads/2009/04/cdr_2793.jpg
http://www.batikmarkets.com/batik.php







Sama seperti songket, ada dijambi, padang, palembang dan mungkin di tempat lain juga ada.
[Reply]
di bandara iskandar muda pernah nampak batik yang liza ceritakan. motif yang belum pernah terlihat oleh ku. awalnya cuma iseng keliling2 depstore di sekitar ruang tunggu untuk sekedar membunuh waktu menunggu pesawat. depstore tersebut, menjual berbagai ciri khas aceh, dan salah satunya batik aceh. motif yg begitu unik.
aq gak tau banyak tentang batik, tapi bisa di pastikan motif yg ada di depstore tsb benar2 unik
[Reply]
bak kheun unik sang bntng lngka
alahai bg
aceh batek ngen batek aceh sama gax ya bhsa@???????
[Reply]
semuanya menunjukkan tingginya budaya leluhur kita..
[Reply]
i like batik,,,maju terus budaya Indonesia, ….hidup Liza..
[Reply]
Baru tahu Liza kalo di Aceh juga ada batik…
Yang jelas, warisan ini memperkaya kekayaan budaya kita. dari manapun tidak masalah, yg penting asli peninggalan nenek moyang bangsa kita…
Makasih informasinya ya!
[Reply]
walah kok tukaran toh…… sing penting punya indonesia kn
[Reply]
I am definitely bookmarking this page and sharing it with my friends.
[Reply]
[...] Liza Fathiariani : Adakah Batik Aceh [...]
Menarik sekali ya, dari Sabang sampai Merauke, batik ada di mana-mana, memperkaya budaya kita.
Selamat ya atas kemenangan gerakan SOBat
[Reply]
@ batikmania : alhamdulillah… makasih ya mbak
[Reply]
I somehow dont agree with a few things, but its great anyways.
[Reply]
nyan memang ka beutoi, krue seumangat ta jaga budaya tanyoe bek roh u dalam budaya luar….
[Reply]
wah nambah wawasan nih, ternyata batik ada yang corak aceh juga ya.
museum batik terbesar di Indonesia:
Museum Batik Danar Hadi Solo
[Reply]
hi great thread we have going here! Mars Venus Coaching
[Reply]
hi there great topic you have going there! Utell 2011
[Reply]