Malam ini aku begitu galau. Entahlah, aku tak tahu apa yang membuatku begitu gelisah. Dan kegelisahan itu memuncak ketika aku mencoba memainkan jemariku untuk menulis. Ingin rasanya menitikkan air mata atau berteriak sekuat-kuatnya. Hingga rasa itu lenyap.
Namun ku tak mampu.
Apakah karena esok hari? Ya, ada kemungkinan besar tanggal 6 Februari itulah yang membuatku menjadi tidak nyaman. Seharusnya aku bahagia, tapi malah sedih. Besok adalah hari lahirku dan itu artinya sisa umurku semakin berkurang. Bau tanah semakin dekat denganku. 22 tahun sudah, Tuhan menganugrahkan umur untukku. Namun, apakah amalku setimpal dengan usia yang tak lagi remaja ini?
Aku sedih. Aku takut, jika Tuhan memanggilku kelak tapi diriku masih berlumuran dosa dan noda.
Ya Tuhanku, tidak pantas bagiku menjadi penghuni surga-Mu
Namun, aku tidak kuat dengan panasnya api neraka
Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar
Dosaku seperti jumlah pasir
Maka terimalah pengakuan taubatku Wahai Pemilik Keagungan
Dan umurku berkurang setiap hari
Dan dosaku bertambah, bagaimana aku menanggungnya
Ya Tuhanku, hamba-Mu yang berdosa ini datang kepada-Mu
Mengakui dosa-dosaku dan telah memohon pada-Mu
Seandainya Engkau mengampuni
Memang Engkaulah Pemilik Ampunan
Dan seandainya Engkau menolak taubatku
Kepada siapa lagi aku memohon ampunan selain hanya kepada-MU
(Syair Abu Nawas, Al I’tiraf)
Tagged: Syair abu Nawas, ulang tahun 5 Februari 2010
Hmmm… Rasa hari-hariku kurang afhdal kalo ngga nulis. Nulis apa aja, terserah. Yang penting nulis. Liat daun jatuh tulis, liat cicak di dinding juga tulis, semuanya ditulis.
Kali ini aku lagi ngga punya ide nih untuk membahas sebuah topik, tapi hasratku untuk menulis begitu menggebu dan akhirnya hanya ini yang bisa kutulis.
Ketika aku mengetik, hari telah senja. Suara bacaan ayat suci Al Quran dari pengeras suara di Mesjid terdengar sampai ke kost-an ku. Dan aku baru sadar, jendela kamarku belum kututup. Sebentar ya
missing text…
Selesai. Sekarang acara tulis menulisnya dilanjutkan lagi. Selain suara ngaji, aku juga mendengar suara kucing. Hmm, kucing di kosanku ada lima ekor plus badannya dan kepalanya :). Kadang-kadang sempat sebel sama kucing yang kelima-limanya berwarna orange ini. Mungkin kebanyakan makan wortel, jadinya warna kucing-kucing itu ikutan orange.
Nah yang membuatku sebel adalah kucing-kucing itu suka ngelendot. Terus suka nyuri ikan. Kebayangkan kalo ikan anak kos yang jumlahnya pas-pasan cukup sehari makan disantap tanpa perasaan bersalah sama kucing-kucing itu?
Tapi, sering aku merasa kasihan sama pancakucing (lima kan panca :D). Mereka sepertinya sering kelaparan, tapi ketika kuberikan nasi saja, tak mau dimakannya. Duh, kucing zaman sekarang maunya aneh-aneh. Kadang, ikan plus tulang kuhadiahkan tetap saja tak dimakan. Tapi, kalo ngga dikasih, eh dia malah nyuri. pantang banget pintu lemari ataupun kamar terbuka, siap-siap aja semua makanan bakal diobrak abrik sama pancakucing itu.
Ya, mau gimana lagi. Pilihan terakhir hanyalah mengunci rapat-rapat segala pintu sampai kucing-kucing itu ngga bisa masuk.
“Maaf ya kucing, bukanku tak mengasihanimu tapi dirimu tuh yang ngga mau dikasihani. Maunya nyuri.”
Tagged: kucing 2 Februari 2010
Awal tahun yang indah dan penuh berkah. Mungkin ungkapan itu cocok untuk menggambarkan hari-hariku di bulan Januari ini. Sangat banyak hal yang membuat senyumku seakan tak berhenti merekah. Mulai dari kiriman Kangguru Magazine, Tas Batik dari SOBAT dblogger, lalu menjadi finalis Miscrosoft Bloggership 2010, pemenang lomba blog SToS Festival, dan yang paling membuatku senang adalah Januari menjadi bulan terakhirku menyandang status sebagai mahasiswi.
Baiklah, sekarang aku akan me-review sedikit beberapa hal yang mejadi hadiah terindah di bulan Januari ini.
Kangguru Magazine
Kangguru magazine, bukan Kangaroo magazine. Yupz, di awal Januari aku mendapatkan kiriman majalah ini. Sebuah majalah yang mulai kukenal sejak duduk di bangku SMP dan sangat membantuku dalam meningkatkan kemampuanku berbahasa inggris. Namun ketika SMA, alamat tempat tinggalku pun berubah. Semenjak itu aku tak pernah mendapat kiriman majalah itu lagi. (lagi…)
Tagged: batik, blog, inongaceh, liza fathia, microsoft bloggership 2010, ransel batik 30 Januari 2010
Beberapa hari ini, entah kenapa aku begitu suka mendengarkan lagunya Westlife “Try Again”. Lagu jadul sih, tapi begitu melekat di hati. Seolah membangkitkan kembali semangatku yang terkadang suka down. Ya, beberapa hari silam semangatku memang naik turun kayak tangga. Terlebih dalam penggarapan proposal penelitianku. Namun setelah membaca beberapa ayat Al-Quran, lalu memulai menulis kembali sambil mendengarkan lagu ini aku kembali bergairah.
Nah, ini dia lirik lagu Try Againnya westlife
Hush now don’t you cry
There will be a better day, I promise you
We can work it out
But only if you let me know, what’s on your mind
* Baby, I thought it was forever
Through any kind of weather
But some day you will find what your searching for
** Try again, never stop believing
Try again, don’t give up on your love
Stumble and fall, its the heart of it all
When you fall down, just try again (lagi…)
Tagged: proposal penelitian, Try again, westlife 20 Januari 2010

Seorang mahasiswi berusia 20 tahun mengaku diperkosa oleh tiga oknum Wilayatul Hisbah (WH) Kota Langsa, Jumat (8/1) dini hari. Perbuatan terkutuk itu bukan terjadi di jalanan sepi atau di rumah kosong, melainkan di ruang tahanan WH, setelah korban bersama teman prianya ditangkap polisi pengawas syariat itu di jalan lingkar PTPN-I Langsa, Kamis (7/1) siang (Serambi Indonesia, 10/1/10).
Berbagai rasa mulai dari kaget, marah, sedih, bercampur menjadi satu ketika membayangkan nasib gadis yang telah direnggut keperawanannya itu. Tiga oknum WH, polisi syariat yang bertugas mengakkan syariat Islam malah melakukan tindakan yang melanggar syariat. Yang lebih mengagetkan lagi, sebagaimana diberitakan Serambi, ketiga pria yang diduga memerkosa itu sudah beristri.
Ruang tahanan WH yang pada dasarnya berfungsi sebagai ruang untuk mengamankan atau mengisolir sementara tersangka kasus-kasus pelanggaran syariat guna mempermudah proses penyidikan pada malam itu berubah menjadi tempat yang terkutuk. Gadis yang ditahan atas dugaan khalwat (mesum) di tempat itu justru direnggut kegadisannya oleh oknum-oknum WH. (lagi…)
Tagged: polisi syariat, syariat islam di aceh, wilayatul hisbah 15 Januari 2010
Beberapa hari ini aku merasakan semangatku hilang bersama hujan. Tak ada gairah untuk berbuat sehingga semuanya menjadi terpaksa. Namun, sebelum memposting tulisan ini aku memutar kembali sebuah video yang pernah diposting oleh temanku, Baiquni, di blognya.
“Lihatlah,” pintanya saat itu seakan ingin membantuku keluar dari belenggu yang melenyapkan semangat ini.
Sekarang aku membuka dan menyaksikan video kembali. Seorang lelaki cacat yang tak memiliki lengan dan kaki membuat mataku tak berlalu sedetikpun. Meski koneksi internetnya sedang tidak normal karena hujan, aku tetap menunggu video itu loading hingga akhirnya kudapat menyaksikan lagi sebuah pertunjukan yang indah dan membakar kembali semangatku.
Semoga teman-teman yang menyaksikan video ini juga merasakan hal yang sama. Jangan pernah menyerah karena hidup adalah anugrah. Yakinlah, kekurangan yang kita miliki akan menjadi kekuatan jika kita terus berusaha untuk berbuat yang terbaik.
Ps : Teman-teman maafkan diriku yang belum bisa membalas kunjungan ke blog kalian. Saat ini aku sedang sibuk-sibuknya menyelesaikan tugas riset yang menjadi tugas akhirku. Mohon doa dari teman-teman semua agar semuanya berjalan lancar dan aku bisa mendapatkan yang terbaik.
Tagged: hikmah, Nick Vujick, video, Youtube 8 Januari 2010
Previous Posts